Rabu, 18 April 2012

Tugas Mata Kuliah Pendidikan IPS 2

Lilik Suarti (HID1001120)
PGSD_C/ Semester IV

Baru-baru ini di Universitas Muhammadiyah Sukabumi disosialisasikan mengenai “etika akademik”. Hal tersebut merupakan salah satu kegiatan yang diadakan Badan Eksekutif  Mahasisiwa Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan kepada para mahasiswa agar dapat membudayakan bagaimana tata cara berpakaian sesuai dengan etika akademik yang ada di UMMI ini. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan keputusan rektor,  terhitung dari tanggal 12 Apri 2012 kemarin diberlakukan aturan-aturan baru mengenai tata cara berpakaian bagi para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi, baik untuk laki-laki maupun perempuan.
Untuk para mahasiswa perempuan hendaknya berpakaian yang dapat menutup auratnya, mereka diwajibkan untuk menggunakan jilbab, sehingga untuk para mahasiswa yang belum berjilbab setelah diberlakukan hal ini  hendaknya dapat memulainya. Selain itu untuk perempuan tidak diperkenankan menggunakan baju yang ketat dan untuk alas kaki diwajibkan untuk memekai sepatu dan tidak diperbolehkan menggunakan sandal yang ber-hak, apabila menggunakan sandal diwajibkan untuk memakai kaos kaki. Bagi laki-laki diwajibkan untuk memakai kemeja, tidak boleh menggunakan kaos oblong. Tidak diperkenakan memakai celana jeans yang bolong-bolong, dan untuk alas kaki diwajibkan untuk memakai sepatu.
Sekarang ini sepertinya mahasiswa tidak bisa membedakan pakaian ke kampus, ke mall, dan atau ke pesta, semuanya sama. Hendakanya pakaian yang kita gunakan untuk ke kampus tidak disamakan dengan ke tempat yang lainnya. Sehingga dengan diberlakukannya atuaran baru ini para mahasiswa dapat membedakan pakaian yang hendak mereka pakai saat ke kampus dengan pakaian yang biasa mereka pakai untuk main ke mall, nongkrong-nongkrong ataupun sejenisnya. Hendakanya pakaian yang kita gunakan mencerminkan sebagai seorang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi, yang mana UMMI ini sangat dikenal dalam bidang keagamaannya yang kental akan nilai-nilai islam, maka dari itu disini untuk mahasisiwa perempuan diwajibkan untuk menutup auratnya.
Kegiatan sosialisasi yang diadakan pada tanggal 12 April kemarin ini dilakukan dengan penyebaran selebaran yang didalamnya berisi pasal-pasal yang memuat aturan-atuaran tersebut diatas, selain itu juga terlihat dengan dipasangnya sepanduk yang ada di parkiran tengah Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Dalam sepanduk tersebut diperlihatkan pakaian yang semestinya digunakan selama berada dilingkungan kampus dan saat berlangsungnya kegiatan perkuliahan. Selain itu pihak BEM UMMI bekerja sama dengan IMM membuat sebuah acara musik nganpar bareng.
Dengan disosialisasikannya aturan-aturan baru tersebut, bukan berarti secara otomatis langsung semua mahasiswa melaksanakannya. Berbagai tanggapan muncul dari para mhasiswa dengan diberlakukannya aturan-aturan baru ini. Sampai saat ini di lingkungan kampus masih terlihat sebagian mahasiswa yang yang masih menggunakan pakaian sesuai dengan etika akademik.
Menurut salah satu dosen sebenaranya peraturan etika akademik ini sudah diberlakukan sejak tahun 2011 lalu. Namun sepertinya pada saat itu tidak mendapat respon yang baik dari para mahasiswa karena mungkin kurangnya sosilaisasi. Sehingga banyak mahasiswa yang misalnya untuk perempuan masih banyak yang yang tidak memakai jilbab. Maka dari itu peraturan-peraturan tersebut lebih disosialisasikan untuk dibudayakan di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi.
Sebuah aturan atau kebijakan baru memang membutuhkan sosialisasi yang tepat, dan juga setiap aturan atau kebijakan baru ini perlu proses untuk diinternalisasikan, gara setiap peraturan tersebut dapat membudaya dikalangan mahasiswa. Diharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi tersebut, semoga semua warga mahasiswa Universitas Muhammadiyah dapat mematuhi peraturan yang ada. Selain itu juga mereka dapat menerapkannya tidak hanya dilingkungan kampus saja, tetapi diluar kampuspun masih tetap dilaksanakan.

Jumat, 13 April 2012

Tugas Perspektif Sosbud (Perubahan Budaya Gotong Royong)

Lilik Suarti (HID1001120)
PGSD-C/ Semester IV

Setiap kehidupan manusia itu selalu berkembang dan berubah, kehidupan itu sifatnya dinamis. Seiring dengan perubahan zaman, berpengaruhi pada terjadinya perubahan sosial di lingkungan sossial.  Masyarakat mengalami perubahan, perubahan itu terjadi sesuai hakekat dan sifat dasar manusia itu sendiri. Di era globalisasi seperti ini banyak sekali terjadi perubahan-perubahan. Hal tersebut dapat saya lihat, dari perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan sosial tempat tinggal saya. Perubahan yang terjadi adalah mulai merosotnya budaya gotong royong di lingkungan masyarakat. Dahulu saat ada pambangunan mesjid di lingkungan tempat tinggal saya, antusiasme warga masyarakat sangat besar. Mereka berbondong-bondong turut serta membantu, dari mulai bapak-bapaknya dan pemuda-pemudanya, sampai ibu-ibunya membantu menyiapkan makanan sauguhan. Mereka mengerjakannya tanpa mengharapkan imbalan atau upah. Namun, hal tersebut sudah jarang sekalisaya lihat sekarang ini, kemarin saja saat ada pembangunan sebuah majelis salam prosesnya cukuphanya dengan mengumpulkan dana dari sumbangan- sumbangan, dan untuk pembangunannya cukup dikerkjakan oleh para pekerja kuli bnagunan yang nantinya diberi upah kerja.
Jelas sekali dari masalah tersebut dapat terlihat bagaimana  adanya perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Dalam hal ini busaya gotong royong. Sepertinya yang menjadi penyebabnya adalah karena adanya perkembangan di era globalisasi ini. Globalisasi sangat mudah diterima dan dikenal masyarakat. Globlisasi ditandai dengan kemajuan teknologi dan informasi. Sepertinya yang terjadi pasa saat ini. Orang-oranag zaman sekarang cenderung lebih banyak berinteraksi dengan gadget-gadget yang sekarang ini sedang marak, daripada berinteraksi dengan orang-orang diseliling mereka dam lingkungan sekeliling mereka, dan perubahan tersebut cenderung merujuk pada sikap individualistik.
Adapaun teori yang dapat menjelaskan pada masalah perubahan tersebut adalah teori evolusi. Teori evolusi ini pada dasarnya berpijak pada perubahan yang memerlukan proses yang cukup panjang. Dalam hal ini perubahan yang terjadi pada budaya gotong royong terjadi melalui suatu proses, dahulu gotong royong sangat dikenal dimasyarakat dan melekat sering mereka lakukan namun sekarang hal tersebut sudah jarang dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi dan perkembangan perubahan zaman, sepertinya masyarakat sudah mulai melupakan budaya ini. Menurut teori evolusi juga menjelaskan pada perubahan yang terjadi disini cenderung merujuk pada meningkatanya sikap individualistik, sama halnya dengan yang terjadi pada masalah ini.
Alangkah lebih baik jika kita tetap melakukan perubahan tanpa harus melupakan hal-hal seperti ini. Kita harus bisa menyesuiakan dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi, namun kita juga tetap harus menjaga budaya-budya yang telah melekat dalam kehidupan kita.  Dengan adanya perkembngan teknologi tersebut menimbulkan berbagai perubahan di dalam lingkungan sosial. Perubahan yang terjadi di lingkungan sosial itu memiliki berbagai dampak negatif maupun positif, dan alangkah lebih baiknya jika perubahan yang terjadi disini merujuk dan berdampak pada hal yang positif.

Selasa, 31 Januari 2012

Tugas Pendidikan IPS

Materi Perkuliahan Pendidikan IPS Semester III

Perkembangan PDIPS dan PIPS terkait erat dengan konsep dan perkembangan social studies. Konsep social studies ini sendiri berkembang di Amerika Serikat yang kemudian ditandai dengan berdirinya National Council for The Social Studies (NCSS). Pada pertemuan pertama NCSS disepakati bahwa “Ilmu social sebagai inti dari kurikulum”, dan terdapat juga kesepakatan mengenai studi sosial yang berawal dari pandangan Edgar, yang menyatakan bahwa “ Studi sosial adalah ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan”.
Dalam perkembangannya studi sosial mengalami ketidaksepahaman dalam pendefinisian. Keadaan ini menyebabkan ketidakmenentuan, ketidakberkeputusan, ketidakbersatuan, dan ketidakmajuan. Bahkan studi social mendapat serangan dari berbagai sudut. Namun pada akhirnya NCSS berhasil, menyepakati “scope and sequence of social studies”, yang kemudian berhasil disepakati konsep “social studies” untuk abad ke 21 yang dituangkan dalam “Charting A Course: Social Studies for the 21st Century”, dan terakhir disepakati “Curriculum Standards for Social Studies”, dan dalam perkembangan terakhir itu NCSS masih tetap menempatkan “citizenship education” sebagai inti dari tujuan “social studies”.
Untuk di Indonesia sendiri perkembangan pemikiran PIPS dapat ditelusuri dan kita dari alur perubahan kurikulum dalam dunia persekolahan. Istilah IPS muncul pertama kalinya dalam Seminar National tentang Civic Education di Tawamangu Solo. Dimana dari hasil pertemuan seminar tersebut muncul tiga istilah yaitu, “  pengetahuan social, studi social, dan Ilmu Pengetahuan Sosial”.  Kemudian konsep IPS untuk pertama kalinya masuk ke dalam dunia persekolahan pada tahun 1972-1973, yakni dalam Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) IKIP Bandung. Konsep pendidikan IPS tersebut kemudian memberi inspirasi terhadap Kurikulum 1975, yang emang dalam banyak hal mengadopsi inovasi yang dicoba melalui Kurikulum PPSP. Konsep pendidikan IPS seperti itu tetap dipertahankan dalam kurikulum 1984, yang memang secara konseptual merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975.
 Bila disimak dari perkembangan pemikiran pendidikan IPS yang terwujudkan dalam Kurikulum sampai dengan dasawarsa 1990-an ini pendidikan IPS di Indonesia mempunyai dua konsep pendidikan IPS, yakni: pertama, pendidikan IPS di Indonesia yang diajarkan dalam tradisi “citizenship transmission”  dalam bentuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan Sejarah Nasional, kedua pendidikan IPS yang diajarkan dalam tradisi social science dalam bentuk pendidikan IPS terpisah dari SMU, yang terkonfederasi di SLTP, dan yang terintegrasi di SD.
Menyinggung sedikit tentang maslah pengajaran IPS di sekolah pengajaran IPS di sekolah cenderung menitikberatkan pada penguasaan hafalan dan hal tersebut menimbulkan situasi kesal yang membosankan pada siswa. Oleh karena itu diperlukan adanya reorientasi pengembangan yang mencakup peningkatan mutu SDM agar guru lebih mampu mengembangkan kecerdasan siswa lebih optimal melalui variasi interaksi dan pemanfaatan media dan sumber belajar yang lebih menantang. Bersamaan itu perlu diperlukan upaya peningkatan dukungan sarana dan prasarana serta insentif yang fair.

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling kita yang merupakan suatu kesatuan ruang yang terdiri dari komponen biotik, abiotik serta komponen sosekbudkesmas (social, ekonomi , budaya, dan kesehatan masyarakat). Yang termasuk kedalam komponen sosekbudkesmas adalah makhluk hidup manusia serta disini juga faktor kebudayaan menjadi bagian dari komponen ini. Kebudayaan merupakan keseluruhan pandangan hidup dari suatu masyarakat.
Bagian yang lain dari komponen sosekbudkesmas adalah manusia. Dalam hubungannya manusia dengan lingkungan terdapat hubungan timbal balik antara keduanya. Keduanya saling ketergantungan satu sama lain. Terdapat dua pandangan yang menjelaskan mengenai lingkungan hidup dan manusia yang ada di dalamnya, yang pertama menyatakan bahwa manusia mengontrol alam sebagai sumber kesejahteraan, dan pandanagan yang kedua menyatakan bahwa manusia sangat terkait juga dengan alam. Selain kedua pandanagan tersebut terdapat pula pendekatan yang dikenala dengan enviromentalisme. Enviromentalisme merupakan suatu teori yang dalam pandangannya menyatakan bahwa aktivitas manusia dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya. Namun selian itu juga manusia dsapat mempengaruhi lingkungan hidupnya. Kerena seperti yang telah dijelaskan sebelumnya antara manusia dengan lingkungan ini terdapat hubungan timbal balik.
            Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup akan berdampak pada manusianya. Faktor penyebab perubahan pada lingkungan ini biasanya akibat dari alam namun bias juga akibat dari tangan-tangan maniusianya itu sendiri. Dapat kita lihat dari beberapa masalah yang terjadi di Negara kita, misalnya peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas. Semburan lumpur panas ini menyebabkan tergenangnya ratusan rumah dikawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian. Dalam hal ini terlihat jelas bahwa perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup akan berpengaruh terhadapa manusianya. Selain itu dapat  kita lihat apa yang menjadi penyebab terjadinya semburan lumpur panas ini. Ada yang mengatakan bahwa lumpur Lapindo meluap karena kegiatan PT Lapindo di dekat lokasi tersebut. Pihak Lapindo juga beropini bahwa semburan lumpur tersebut merupakan akibat dari sesuatu diluar kuasa manusia, sehingga digolongkan sebagai bencana alam.  Tetapi dalam hal ini kita tidak hanya melihat  bahwa peristiwa ini diugolongaklan sebagai bencana alam, karena pada peristiwa lapindo ini bisa juga dikatakan sebagai bencana teknologi yang diakibatkan dari tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Dari peristiwa ini jelas terlihat adanya ketergantungan antara manusia dengan lingkungannya dan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya.

Individu merupakan satu kesatuan jiwa dan raga yang berkegiatan sebagai keseluruhan. Kesatuan jiwa-raga tersebut membentuk sutu insan (manusia). Setiap individu akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk pembentukan kepribadiannya. Kepribadian merupakn keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi fisik-biologis dengan potensi mental-psikologis, dengan dipengaruhi oleh lingkungan sosial budaya dan lingkungan alam/fisikal. Potensi fisik-biologis dengan potensi mental-psikologis pada diri suatu individu biasanya dipengaruhi oleh factor  bawaan dari lahir dan potensi yang biasanya dibaewa sejak lahir biasanya tidak dapat dirubah kerena merupakan pemberian dari Tuhan (given). Misalnya saja dapat kita ambil contoh orang yang cacat fisik dari lahir, sudah jelas potensi fisiknya kurang dan ini tidak dapat dirubah karena sifatnya bawaan, namun bagaiama kepribadian yang akan dibentuk oleh seseorang yang cacat ini dapat dipengaruhi oleh lingkungannya. Biasanya orang yang cacat cenderung akan terganggu pada potensi mental-psikologis karena biasanya mereka merasa  minder. Padahal kepribadian yang terbentuk tersebut akan membentuk pribadi yang kelak akan memiliki peran dan status dalam kehidupannya berkelompok dan bermasyarakat.
Terbentuknya suatu kelompok sosial disebabkan oleh kebutuhan manusia untuk berhubungan, namun tidak semua hubungan tersebut dapat dikatakan sebagai kelompok sosial. Sedangakan masyarakat merupakan kesatuan hidup manusia yang berinteraksi dalam jangka waktu yang relatif lama  menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus-menerus dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama.

Kelembagaan Sosial merupakan himpunan norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat (association). Institusinalisasi atau  kelembagaaan dapat terbentuk karena adanya cara (ussage), kebiasaan (folkways), tata kelakuan (mores) dan kebiasaan (custom). Kelembagaan ini memiliki ciri-ciri diantaranya, mempunyai tujuan tertentu, memiliki alat kelengkapan untuk mencapai tujuan, memiliki lambang tertentu, atau slogan, semboyan, memiliki tradisi lisan atau tertulis yang diwujudkan dalam bentuk        adat      istiadat, norma, tata tertib atau pertaturan tertentu.
Lembaga mempunyai fungsi-fungsi tertentu diantaranya, memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang bagaimana bersikap & bertingkah laku dalam menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan yang bersangkutan., menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan, dan memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial (social control), yaitu sistem pengawasan dari masyarakat terhadap tingkah laku anggotanya. Social control yang dilakukan bertujuan untuk mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Berdasarkan sifatnya, Social control dapat preventif atau represif.
Sebagai contoh lembaga sosial yang ada di Indonesia misalnya lembaga peradilan dan lembaga pengadilan. Lembaga peradilan merupakan badan yang berhubungan dengan tugas Negara dalam menegakkan hukum dan keadilan, sedangkan lembaga pengadilan merupakan badan yang melakukan peradilan berupa memeriksa, mengadili, dan memutus perkara. badan peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung meliputi badan peradilan dalam lingkungan peradilan umum, peradilan agama, peradilan militer, dan peradilan tata usaha Negara. Dimana keempat lembaga peradilan tersebut berpuncak di Mahkamah Agung.

Rabu, 28 Desember 2011


  Secara etimologi pengertian blended learning terdiri dari istilah yang berasal dari bahasa inggris, yang terdiri dari dua suku kata, blended dan learning. Blended merupakan campuran, kombinasi yang baik, sedangkan learning merupakan pembelajaran.
Menurut Harding, Kaczynski dan Wood, 2005, Blended learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran tradisonal tatap muka dan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan sumber belajar online dan beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa. Pelaksanaan pendekatan ini memungkinkan penggunaan sumber belajar online, terutama yang berbasis web, dengan tanpa meninggalkan kegiatan tatap muka. Dengan pelaksanaan blended learning ini, pembelajaran berlangsung lebih bermakna karena keragaman sumber belajar yang mungkin diperoleh.
Sehingga dapat dikatakan bahwa blended learning ini adalah pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran konvensional, yang mana dalam kegiatan konvensional ini terjadi tatap muka antara pemelajar dan pebelajar yang cenderung pada pendekatan teacher centered (berpusat kepada pemelajar), yang dalam proses pembelajarannya antara pebelajar dan pemelajar saling berinteraksi secara langsung, masing-masing dapat bertukar informasi mengenai bahan- bahan pegajaran dan pebelajar lebih banyak menerima informasi bersifat abstrak dan teoritis, yang digabungkan dengan kegiatan belajar yang menggunakan komputer atau multiedia lainnya, berdasarkan petunjuk dari pemelajar dimana materi berbentuk digital digunakan untuk membantu proses belajar mengajar konvensional tersebut
Jadi blended learning dapat diartikan sebagai proses pembelajaran yang memanfaatkan berbagai macam pendekatan. Pendekatan yang dilakukan dapat memanfaatkan berbagai macam media dan teknologi.
Secara teknis pengembangan pembelajaran model blended dalam perkuliahan, merupakan kombinasi model pembelajaran yang menggunakan beberapa model perkuliahan yang dilakukan dalam konteks on-line dan off-line:
  1. Model pembelajaran tatap muka on-line dan off-line Proses pembelajaran tatap muka disebut juga dengan masa pengenalan, dimana berlangsung proses pembelajaran tatap muka off-line (bertemu dalam kelas nyata). Kegiatan dikelas nyata adalah dosen menyampaikan suatu penjelasan secara teknis penggunaan system pembelajarn berbasis web dan mahasiswa mendengarkan, menyimak dan mempraktekkan petunjuk. Namun dalam pembelajaran blended masa tatap muka secara nyata hanya dilaksanakan di awal-awal perkuliahan. Pada definisi yang telah dipaparkan oleh Srisakdi disebutkan dalam hitungan prosentase adalah 30 % dari keseluruhan masa satu semester. Pada pengembangan pembelajaran blended dipakai hitungan dalam 1 semester ada 5 bulan efektif , maka masa tatap muka dilaksanakan dalam 2 hingga 3 minggu. Sisa 4 bulan 1 minggu  mahasiswa akan belajar mandiri dengan pembelajaran berbasis web dan ujian semester. Dalam masa belajar mandiri (4 bulan 1 minggu), mahasiswa akan berkumpul dan bertemu beberapa kali dengan dosen di web atau bertemu langsung sesuai jadwal yang telah ditentukan. Proses tatap muka ditujukan untuk memfasilitasi setiap permasalahan yang dihadapi mahasiswa selama proses belajarnya.
  2. Model pembelajaran menggunakan modul elektronik Pengembangan blended juga mengarah pada bahan ajar yang digunakan. Bahan ajar yang digunakan salahsatunya berupa modul dalam kemasan elektronik. Dalam pembelajaran berbasis web modul elektronik ini dikenal dengan istilah bahan ajar mandiri atau bahan ajar yang dikemas untuk mahasiswa belajar mandiri.  Di dalam bahan ajar mandiri selain materi juga disediakan latihan-latihan yang harus dikerjakan mahasiswa untuk mengukur perkembangan belajarnya. Dalam pembelajaran blended, selain bahan ajar modul elektronik, dalam proses belajarnya mahasiswa juga memanfaatkan bahan ajar berbasis web.
  3. Model pembelajaran menggunakan teks, audio, video dan multimedia Pengembangan bahan ajar yang lain adalah pemanfaatan media/teknologi merupakan salah satu ciri dalam proses pembelajaran berbasis web, diantaranya pemanfaatan teks, audio, video dan multimedia. Penggunaan teks, audio, video dan multimedia adalah untuk pengayaan materi untuk berlatih (drill and practice) dan untuk penguatan mahasiswa dalam mempelajari salah satu topik. Dalam pembelajaran blended, pengemasan dilakukan secara digital dan diakses melalui bahan ajar berbasis web. Pemanfaatan teks, audio, video dan multimedia dilakukan pada masa belajar mandiri. Materi yang dikemas dengan menggunakan teks, audio, video dan multimedia ini dikemas dengan media penyimpan tertentu. Sebagai sarana pembelajaran terpenting dalam pembelajaran on-line pengembangan pembelajaran blended menggunakan web. Penggunaaan teknologi web diperlukan dalam pembelajaran untuk melakukan tatap muka, penyimpanan file, diskusi, pemantauan dll. Dengan model pembelajaran web diharapkan porsi waktu masa belajar mandiri lebih banyak dibandingkan dengan tatap muka baik off-line maupun on-line. Sehingga bila satu semester adalah 5 bulan, maka proses pembelajaran berbasis web ini akan dilakukan kurang lebih selama 4 bulan dan 1 minggu.Dalam pembelajaran berbasis web, mahasiswa tidak hanya mengakses bahan ajar, melainkan beberapa aktifitas yang dilakukan adalah:
·        Melakukan interaksi, baik melalu email, chal ataupun forum diskusi. mahasiswa dapat bertanya maupun mengajukan pendapat tentang suatu hal baik dengan dosen ataupun dengan teman/kelompoknya.
·        Mengerjakan tugas (assignments). Mahasiswa akan diberikan beberapa tugas baik perorangan maupun kelompok.
·        Menjawab soal latihan. Di setiap topik akan disediakan beberapa soal latihan yang harus dijawab mahasiswa.
·        Surfing the web. Untuk literature, images, video, etc.
·        Berkomunikasi dengan ahli bidang ilmu di negara lain.
Seperti yang sudah dibahas pada model pembelajaran tatap muka, dalam masa pembelajaran berbasis web (selama 3 bulan 1 minggu) ini, akan ada pertemuan dengan dosen. Pada pertemuan tersebut mahasiswa dapat menyampaikan beberapa permasalahan selama proses belajar berbasis web, baik itu terkait bahan ajar ataupun permasalahan terkait dengan koneksi internet. Setelah mahasiswa menyelesaikan masa belajar mandiri pada minggu terakhir dan di akhiri dengan ujian semester. Secara umum dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran blended, proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan 4 model kombinasi: tatap muka, media elektronik, teks, audio, video dan multimedia dan berbasis web. Porsi belajar mandiri dengan pembelajaran berbasis web lebih besar dibandingkan proses tatap muka
Tujuan dari pembelajaran blended lerning adalah untuk mendapatkan pembelajaran yang baik dimana metode konvensional memungkinkan untuk melakukan pembelajaran secara interaktif sedangkan metode online dapat memberikan materi secara online tanpa batasan ruang dan waktu sehingga dapat dicapai pembelajaran yang maksimal.
Selain itu juga tujuan lain dari blended learning ini adalah memberikan kesempatan bagi berbagai karakteristik pebelajar agar terjadi kegiatan belajar yang mandiri, berkelanjutan, dan berkembang sepanjang hayat, sehingga belajar akan menjadi lebih efektif, lebih efisien, dan lebih menarik.
Dengan blended leaning memungkinkan pembelajaran menjadi lebih profesional untuk menangani kebutuhan belajar dengan cara yang paling efektif, efisien, dan memiliki daya tarik yang tinggi. Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari blended learning ini. Keuntungan yang diperoleh dengan manfaat pembelajaran berbasis blended learning bagi lembaga pendidikan atau pelatihan yakni dapat  memperluas jangkauan pembelajaran/pelatihan,  kemudahan implementasi, efisiensi biaya, hasil yang optimal, menyesuaikan berbagai kebutuhan pebelajar, dan  meningkatkan daya tarik pembelajaran
.
http://elearning.unesa.ac.id/myblog/alim-sumarno/konsep-blended-learning

Rabu, 21 Desember 2011

1. Individu
Individu berasal dari kata in-dividere yang berarti tidak dapat dibagi-bagi (Gerungan, 1981) atau sebagai sebutan bagi manusia yang berdiri sendiri, atau manusia perseorangan (Lysen, 1981). Individu yang dimaksud adalah insan (manusia), manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya.
Jika dalam kehidupan sehari-hari individu menunjuk pada pribadi orang, sedangkan dalam sosiologi individu menunjuk pada subjek yang melakukan sesuatu, yang mempunyai pikiran, yang mempunyai kehendak, kebebasan, memberi arti (meaning) pada sesuatu, yang mampu menilai tindakan dan hasil tindakannya sendiri.
Pertumbuhan dan perkembangan individu sangat dipengaruhi oleh berbagai masukan dari lingkungan sekitarnya. Salah satu lingkungan yang sehat adalah lingkungan pendidikan, melalui pendidikan individu dapat terbina dan terlatih potensinya. Setiap individu memiliki potensi dan karakteristik masing-masing yang khas. Karakteristik yang khas dari seseorang dapat kita sebut dengan kepribadian.
Nursid Sumaatmadja (1998) menyatakan bahwa “Kepribadian merupakan keseluruhan prilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fisikal yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental-psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan”.

Pada hakikatnya manusia adalah mahluk individu yang tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan sesama manusialain di dalam mejalani kehidupan. Naluri manusia untuk selalu hidup dengan yang lainnya disebut sebagai “gregariousness”. Naluri manusia untuk selalu brhubungan dengan sesamanya ini dilandasi oleh alasan-alasan sebagai berikut:
  1. Keinginan manusia untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (masyarakat).
  2. Keinginan untuk menjadi satu dengan alam sekelilingnya.

2. Kelompok Sosial
Lahirnya kelompok sosial disebabkan oleh kebutuhan manusia untuk berhubungan, tapi tidak semua hubungan tersebut dapat dikatakan sebagai kelompok sosial. Mac Iver (1961 : 213) Kelompok sosial adalah : “Kelompok sosial terbentuk melalui proses interaksi dan sosialisasi, dimana manusia berhimpun dan bersatu dalam kehidupan bersama berdasarkan hubungan timbal balik, saling mempengaruhi dan memiliki kebersamaan untuk tolong menolong”. Proses yang berlangsung dalam kelompok sosial adalah “proses sosialisasi”.
Dalam pengklasifikasian kelompok social, Mac Iver dan Page (1957 : 213) menggolongkan kelompok sosial dalam beberapa kriteria , yaitu :
        Derajat interaksi sosial yang terjadi dalam kelompok tersebut.
        Besar kecil anggota kelompok tersebut.
        Sistem ide (ideologi) yang ada di dalam kelompok tersebut.
        Kepentingan atau tujuan kelompok tersebut.
        Wilayah geografis.
Simmel dalam Systematic Society mendasarkan pengelompokannya pada :
        Besar kecilnya jumlah anggota kelompok.
        Cara individu dipengaruhi kelompoknya atau individu mempengaruhi kelompok.
        Interaksi sosial yang terjadi dalam kelompok tersebut.

Selain itu juga terdapat pembagian kelompok sosial dari sudut pandang individu, yang dapat dilihat dari :
        Keterlibatan individu dalam kelompok tersebut.
        Keanggotaan individu tidak selalu bersifat sukarela, tapi bisa bersifat wajib.
        Kelompok Sosial juga bisa didasari oleh kekerabatan, usia, sex (gender), pekerjaan dan status sosial.

In Group dan Out Group.
Menurut Polak (1966 : 166) Konsep In Group dan Out Group adalah “Cerminan dari adanya kencenderungan sifat “entnocentris” dari individu-individu dalam proses sosialisasi sehubungan dengan keanggotaannya pada kelompok-kelompok sosial tersebut. Sikap dalam menilai kebudayaan lain dengan menggunakan ukuran-ukuran sendiri”. Sikap mempercayai sesuatu ini yang disebut dengan “beliefs” yang diajarkan kepada anggota kelompok melalui proses sosialisasi, baik secara sadar atau tidak sadar.
Menurut Soerjono Soekanto (1984 : 120), sikap In Group biasanya didasari oleh perasaan simpati. Dalam In Group sering kali digunakan Stereotypen, yaitu gambaran-gambaran atau anggapan-anggapan yang bersifat mengejek terhadap suatu objek diluar kelompoknya. Out Group  didasari oleh suatu kelainan dengan wujud antipati.

Primary Group dan Secondary Group.
  1. Primary Group
Selo Soemarjan & Soemardi (1964 : 604) dalam buku “Setangkai Bunga Sosiologi” menyatakan “Primary group merupakan kelompok kecil yang permanen berdasarkan saling mengenal secara pribadi diantara anggotanya”.
Davis (1960 : 290) mengemukakan ciri-ciri khusus dari primary group berdasarkan : Kondisi Fisik, sifat hubungan primer, kelompok-kelompok yang konkret dan hubungan primer.
  1. Secondary Group.
Rouceck & Warren (1962 : 46) dalam “Sociology an Introduction” , membatasi pengertian secondary group sebagai kelompok-kelompok besar yang terdiri dari banyak orang dan diantara individu itu tidak perlu saling mengenal secara pribadi dan sifatnya tidak langgeng.
 Perbedaan antara Primary Group & Secondary Group terdapat pada :
        Hubungan-hubungan atau interaksi sosial yang membentuk struktur kelompok sosial yang bersangkutan.
        Jika terdapat perselisihan diantara anggota kelompok primary group cenderung diselesaikan secara kekeluargaan, tetapi pada secondary group maka norma hukum merupakan unsur pemaksa untuk menyelesaikan suatu perselisihan diantara anggota kelompok tersebut.

Gemeinschaft dan Gesselschaft
Menurut  Tonnies & Loomis (1960 : 82), Gemeinschaft adalah bentuk kehidupan bersama dimana anggotanya diikat oleh hubungan batin yang bersifat alamiah dan dasar dari hubungan tersebut adalah rasa cinta dan kesatuan batin yang telah dikodratkan, bentuk utamanya dapat dijumpai dalam keluarga, kekerabatan, dan lain-lain. Dan Gesselschaft adalah berupa ikatan pokok untuk jangka waktu yang pendek, bersifat imajiner dan strukturnya bersifat mekanis. Gesselschaft berbentuk hubungan perjanjian berdasarkan ikatan timbal balik, seperti ikatan perdagangan.
Ada ciri Gemeinschaft menurut Tonnies, yaitu intimate, private, dan exclusive. Selain itu juga terdapat tipe Gemeinschaft menurut Tonnies diantaranya, Gemeinschaft by blood, Gemeinschaft of place, dan Gemeinschaft of mind.

Formal Group & Informal Group
Formal Group merupakan kelompok-kelompok yang mempunyai peraturan-peraturan tegas yang sengaja diciptakan untuk mengatur hubungan diantara anggotanya. Pengertian dari formal group adalah suatu kelompok yang memiliki peraturan-peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh angota-anggotanya untuk mengatur hubungan antara angota-anggotanya.
Informal grup adalah suatu kelompok yang terjadi karena kesamaan yang sifatnya tidak mengikat anggotanya serta tidak memiliki struktur dan organisasi yang pasti. Informal Group terbentuk biasanya oleh intensitas pertemuan yang sering antara orang-orang yang mempertahankan kepentingan dan pengalaman bersama.

Kelompok-Kelompok Sosial yang Tidak Teratur.
Kelompok sosial yang tidak teratur dapat digolongkan ke dalam 2 golongan besar  yaitu kerumunan dan publik.
Kerumunan adalah suatu kelompok manusia yang bersifat sementara, tidak terorganisir dan tidak mempunyai seorang pimpinan serta tidak mempunyai sistem pembagian kerja. Kerumunan memiliki ciri-ciri, diantaranya : Interaksinya bersifat spontan dan orang-orang yang berkumpul mempunyai kedudukan yang sama.
Ada beberapa macam kerumunan, diantaranya : Kerumunan formal, kerumunan ekspresif, kerumunan sementara, kerumunan orang panik (panic crowds), kerumunan penonton (spectator crowds), dan kerumunan yang berlawanan dengan hukum (lawless crowds) ynag tetrdiri dari :
a)      Acting mobs, kumpulan orang yang bertindak emosional dalam demonstrasi atau unjuk rasa.
b)      Immoral mobs, kumpulan orang yang mabuk-mabukan.

Publik adalah merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan. Interaksi yang terjadi berlangsung melalui alat-alat komunikasi pendukung, seperti pembicaraan berantai secara individual, media massa maupun kelompok. Setiap aksi publik dilandasi oleh keinginan individu.
Setiap aksi publik dipengaruhi oleh keinginan individu, jadi tingkah laku pribadi dari publik pun didasari oleh tingkah laku individu atau prilaku individu.

Masyarakat Pedesaan (Rural Community) dan Masyarakat Perkotaan (Urban Community).
  1.   Masayarakat Pedesaan (Rural community)
Dalam masyarakat pedesaan hubungan yang terjadi antara anggota masyarakat terjalin dengan erat, mendalam dengan sistem kehidupan berkelompok. Pekerjaan inti masyarakat pedesaan terkonsentrasi pada satu sektor yaitu pertanian.
Ciri-ciri masyarakat pedesaan dan perkotaan menurut Soekanto (1982:149), dalam masyarakat pedesaan biasanya hubungan yang terjalin erat diantara masyarakatnya dan biasanya kehidupannya masih sederhana dan memilii pekerjaan yang sama.

b.  Masyarakat Perkotaan  (Urban community)
Masyarakat perkotaan pekerjaannya beraneka macam dan tidak terkonsentrasi kepada satu aspek pekerjaan. Pada masyarakat perkotaan sifat-sifat dan ciri-ciri kehidupan yang berbeda dengan masyarakat pedesaan, antara lain perbedaan dalam menilai keperluan hidup.
Soerjono Soekanto (1982:149) mengemukakan beberapa ciri lain yang membedakan antara masyarakat Pedesaan dan Perkotaan, yang dapat dilihat berdasarkan, kehidupan keagamaan, kemandirian, pembagian kerja, peluang memperoleh pekerjaan, jalan pikiran, jalan pikiran, dan kehidupan social.

3. Masyarakat
Menurut Selo Soemardjan masyarakat adalah “Sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan”. Talcott Parson berpendapat, masyarakat adalah “suatu sistem sosial, dimana semua funsi prasyarat yang bersumber dan dalam dirinya sendiri bertemu secara tetap”. Sistem sosial yang dimaksud adalah terdiri dari pluralitas prilaku-prilaku perseorangan yang berinteraksi satu sama lain dalam suatu lingkungan fisik. Sedangkan menurut Koentjaraningrat (1990 : 146), masyarakat adalah “kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus-menerus dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama”. Masyarakat memiliki ciri-ciri pokok diantaranya :
  1. Manusia  yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas 2 orang.
  2. Bercampur atau bergaul bergaul dalam waktu yang cukup lama. Berkumpulnya manusia akan menimbulkan manusia-manusia baru sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antar manusia.
  3. Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
  4. Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
  5. Melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya.
Dinamika masyarakat adalah “Proses sosial dan perubahan sosial”. Suatu masyarakat dapat dikatakan sebagai comunnity apabila memiliki syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Adanya beberapa rumah atau rumah tangga yang terkonsentrasi disuatu wilayah geografis tertentu.
  2. Warganya mempunyai taraf interaksi sosial yang terintegrasikan.
  3. Adanya rasa kebersamaan, yang tidak perlu didasarkan pada adanya hubungan kekerabatan.
Masyarakat secara garis besar menyangkut 3 aspek, yaitu struktur sosial, proses sosial, dan perubahan sosial. Masyarakat terbentuk karena adanya individu-individu, demikian pula dengan individu dapat mengaktualisasikan & bersosialisasi sebagai mahluk sosial. Ada triga pandangan mengenai masyarakat & individu :
  1. Masyarakat menentukan individu.
  2. Individu yang menentukan masyarakat.
  3. Individu & masyarakat saling menentukan.
Hubungan individu & masyarakat dilihat dari konsep organisme menurut Herbert Spencer (1985 : 70) :
  1. Masyarakat maupun organisme hidup sama-sama mengalami pertumbuhan.
  2. Pertambahan dalam ukuran ini akan merubah struktur tubuh (social body) maupun tubuh organisme hidup (living body) yang mengalami pertumbuhan juga.
  3. Tiap bagian yang tumbuh dalam tubuh organisme biologis maupun organisme sosial memiliki fungsi & tujuan tertentu.

  1. Baik dalam sistem organisme maupun sistem sosial, perubahan pada suatu bagian akan mengakibatkan perubahan pada bagian lain & pada akhirnya di dalam sistem secara keseluruhan.
  2. Bagian-bagian tersebut walau saling berkaitan, merupakan suatu struktur mikro yang dapat dipelajari secara terpisah.

Menurut paham individualistis, hubungan individu & masyarakat menyatakan bahwa dalam kehidupan seorang individu, kepentingan & kebutuhan individu lebih penting dari pada kebutuhan & kepentingan masyarakat. Individu yang menentukan corak masyarakat yang diinginkan. Paham individualistis juga disebut atomisme. Atomisme berpendapat bahwa hubungan antara individu itu seperti hubungan atom-atom yang membentuk molekul. 
J.J. Rousseau (1712-1778), dalam bukunya yang berjudul “Kontrak Sosial” menjelaskan paham liberalisme & individualisme dalam suatu kalimat yang terkenal :
“Manusia itu dilahirkan merdeka, tetapi dimana-mana dibelenggu”.
Paham yang memandang hubungan antara individu & masyarakat dari segi interaksi disebut juga dengan “totalisme”. Paham totalisme berpijak pada masyarakat, sebaliknya paham individualisme mengedepankan kepentingan individu. Totalisme mengabaikan peanan individu dalam masyarakat, sebaliknya paham individualisme mengabaikan peranan masyarakat dalam kehidupan individu. Hubungan individu dalam masyarakat, yaitu bahwa hidup bermasyarakat adalah ciptaan & usaha manusia sendiri. Manusia berkeluarga, lalu berkelompok.

Minggu, 23 Oktober 2011

Tugas 2 Mata Kuliah Dasar Teknologi informasi dan komunikasi

Panduan Penggunaan Microsoft Office Word 2007
Microsoft Office Word 2007 merupakan program aplikasi pengolah kata (word processor) yang yang biasa digunakan untuk membuat laporan, dokumen berbentuk surat, brosur, table, dan masih banyak lagi dukumen-dokumen lain yang biasa dibuat dengan menggunakan Microsoft Office Word.
Microsoft Office Word 2007 merupakan pengembangan dari versi sebelumnya yang mengalami banyak perubahan dan perbaikan, sehingga lebih fleksibel digunakan di masa kini. Microsof Office Word juga menyediakan fasilitas penuh terhadap apa yang kita perlukan.
 Dengan fasilitasnya yang lengkap lengkap ini telah menghantarkan
Microsoft Office Word 2007 sebagai program aplikasi pengolah kata yang mutakhir saat ini. Berbeda dari versi sebelumnya seperti seperti Word 2000, XP dan 2003, Word 2007 tidak lagi menyediakan menu bar dengan pull downnya beserta toolbar-toolbar seperti formating, standar dan drawing, tetapi terdiri dari beberapa tab (lihat gambar 1.2) yang terdiri dari beberapa grup yang masing-masing grup terdiri dari beberapa perintah singkat/icon.

Bagian 1
Mengenal Microsoft Office Word 2007
Pada bab ini akan diuraikan tentang perkenalan terhadap Microsoft Office Word 2007 seperti membuka dan menutup jendela Word 2007, menyimpan dan membuka file, membuat dokumen baru, mengenal jendela Word 2007 dan mengenal dasar pengetikan yang merupakan langkah awal yang benar-benar harus dikuasai dalam mempelajari Microsoft Office Word 2007.

1.1 Memulai Aplikasi Microsoft Office Word 2007
Untuk membuka Microsoft Word caranya adalah:
v     Klik Tombol Start yang ada di taskbar.
v     Pilih menu All Program dan muncul sejumlah menu .
v     Kemudian arahkan pointer ke Microsoft Office dan klik program aplikasi Microsoft Office Word 2007. Tunggu sampai jendela Microsoft Office Word 2007 ditampilkan.
Kita juga bisa membuka aplikasi Microsoft Office Word 2007 menggunakan shorchut di desktop dengan cara mengklik dua kali tombol mouse pada Microsoft Office Word 2007.Adapun untuk membuat shorchut tersebut adalah:
v     Klik Tombol Start yang ada di taskbar lalu pilih All Program
v     Sorot Microsoft Office dan klik kanan pada Icon Microsoft Office Word 2007.
v     Ketika muncul sejumlah menu (gambar 1.1 b), klik Send To dilanjutkan dengan mengklik Desktop (create shorchut).

1.2 Tampilan Jendela Microsoft Office Word 2007
Berikut adalah tampilan jendela Microsoft Office Word 2007:
v     Tombol Microsoft Office, hampir sama dengan menu file pada Microsoft Word versi sebelumnya (2000, XP, dan 2003). Berisi menu new, open, save, print, dan sebagainya.
v     Toolbar Quick Access, yang secara default toolbar ini menyediakan tombol Save, Undo, dan Repeat. Namun dapat ditambah dengan mengklik gambar panah (drop down) di ujung kanan toolbar ini dan tandai yang belum ditampilkan atau klik More Commands.
v     Title bar, yang terletak paling atas pada jendela word. Title bar ini menampilkan nama dokumen yang sedang kita buka. Untuk dokumen yang belum disimpan/diberi nama maka Microsoft Word akan menampilkan file tersebut dengan nama Document 1, 2, 3 dan seterusnya.
v     Tombol Close, Tombol tersebut berfungsi menutup aplikasi Microsoft Word.
v     Ribbon, Berisi beberapa tab yang berisi beberapa group icon.
v     Scroll bars, Berfungsi untuk menggeser layar kerja. Jika ingin menggeser layar kerja ke kiri atau ke kanan gunakan horizontal scroll bar, atau menggeser layar kerja ke atas dan ke bawah gunakan vertical scroll bar.
v     Ruler, Bagian ini berfungsi sebagai alat bantu dalam penentuan margin (batas) dari lembar kerja, garis, tabulasi dan lain-lain.
v     Status bar, memberikan informasi tentang letak insertion point, halaman, section, jumlah halaman, dan bahasa yang digunakan.
v     Tombol View. Tombol ini berfungsi untuk merubah tampilan dokumen seperti print layout, fullscreen layout, web layout, out line dan draft.
v     Kontrol Zoom. Digunakan untuk menentukan ukuran tampilan lembar kerja di layar pada jendela word.

1.3 Membuat Dokumen Baru
Jika kita baru memulai mengoperasikan Microsoft Word, biasanya akan langsung ditampilkan dokumen kosong yang siap untuk ditulisi. Namun, jika komputer tidak secara otomatis menyediakan dokumen kosong, cara berikut ini bisa menjadi alternatif dalam membuat dokumen baru.
v     Klik tombol Microsoft Office , lalu klik New.
v     Maka keluar kotak dialog New.
v     Pada kotak dialog new documen, di bawah menu Templates, terdapat beberapa pilihan seperti:
Blank document, untuk dokumen yang kosong.
Installed template untuk membuat dokumen dari bebera template yang disertakan
dalam paket Microsoft Word.
My Template untuk dokumen dari template buatan.
New from existing untuk membuat dokumen dari bebera template yang terdapat pada
file yang telah disimpan.
Jika komputer yang sedang digunakan terhubung ke internet, kita juga dapat
menggunakan template yang disediakan pada Microsoft Office Online.
Jika sudah dipilih, klik Create. Atau bisa juga menggunakan cara alternatif:
v     Klik tombol New Document yang ada pada toolbar quick access (jika sudah dibuat).
v     Apabila pada toolbar Quick Acces belum terdapat icon file, klik gambar panah di ujung toolbar lalu klik (tandai) pada kata new.
v     Selain kedua alternatif di atas, bisa juga dengan langsung menekan tombol CTRL+N di keyboard, maka dokumen baru akan ditampilkan di layar.

1.4 Mengenal Dasar Pengetikan
Ada dua istilah dalam pengetikan taitu Insertion point dan kursor, perbedaanya terletak bentuknya. Kalau insertion point berupa garis tegak (I) yang berkedip-kedip terdapat pada aplikasi windows sedangkan kursor adalah garis rebah (-) yang berkedip-kedip yang terdapat pada aplikasi DOS. Insertion point berfungsi sebagai penunjuk lokasi tempat memulai pengetikan atau menandai teks. Agar kita bergerak dengan cepat dalam suatu dokumen yang besar, maka kita harus tahu apa saja perintah untuk menggeser insertion poin ini.

Tombol Fungsi
Backspace: Menghapus satu karakter yang ada di sebelah kiri insertion point
Delete: Menghapus satu karakter yang ada di sebelah kanan insertion point
Enter: Membuat paragraf baru
Home: Berpindah ke awal baris
End: Berpindah ke akhir baris
Ctrl + Home: Berpindah ke awal dokumen
Ctrl + End: Berpindah ke akhir dokumen
Page Up: Berpindah ke atas satu layar
Page Down: Berpindah ke bawah satu layar
Ctrl + Page Up: Berpindah ke atas satu halaman
Ctrl + Page Down: Berpindah ke bawah satu halaman

1.5 Menyimpan Dokumen
Untuk pertama kalinya menyimpan dokumen yang baru saja kita buat ke bentuk file dokumen pada sistem Microsoft Office Word 2007 adalah:
v     Klik tombol Microsoft Office , lalu klik Save As. (atau tekan CTRL+S
v     untuk perintah di key board atau juga icon untuk di toolbar quick access).
v     Ketiganya akan menampilkan kotak dialog Save As.
v     Pada pilihan Save in tentukan folder atau drive yang akan dijadikan tempat penyimpanan.
v     Ketikkan nama file dokumen pada kotak File name, lalu klik Save.

1.6 Menyimpan Setelah Melakukan Perubahan
Untuk menyimpan dokumen yang baru saja di rubah di file asalnya (file itu juga), caranya tinggal Klik tombol Microsoft Office , lalu klik Save (atau tekan CTRL + S di keyboard).

1.7 Menyimpan Dokumen Dengan Nama Lain
Untuk menyimpan dokumen yang sudah di simpan pada sistem Microsoft Office 2007, dan ingin disimpan dengan nama lain (tidak disatukan dengan dokumen asli), maka:
Klik tombol Microsoft Office , lalu klik Save as . (atau tekan F12 di key
board).
�� Keduanya akan menampilkan kotak dialog Save As (Gambar 1.4). Ketikkan nama file
dokumen baru (tidak boleh sama dengan nama sebelumnya) pada kotak file name, lalu
klik Save.

1.8 Menyimpan Dokumen Ke Format Lain.
Secara default, Microsof Word 2007 memiliki ektensi (akhiran) docx. Untuk menyimpan
dokumen yang baru saja kita buat pada sistem Microsoft Office 2007 ke format lain caranya:
v     Klik tombol Microsoft Office , lalu klik Save as. (atau tekan F12 di key board). Maka muncul kotak dialiog Save As (Gambar 1.4).
v     Pada pilihan save in tentukan folder atau drive yang akan dijadikan tempat penyimpanan.
v     Pada kotak File name, masukan nama baru (jika namanya ingin dirubah).
v     Pada pilihan Save as type, klik format file dokumen yang diinginkan.
v     Klik Save.

1.9 Membuka Dokumen
Untuk membuka file dokumen yang telah kita simpan langkah-langkahnya:
v     Klik tombol Microsoft Office , lalu klik Open. (tekan CTRL+O di keyboard).
v     Keduanya akan menampilkan kotak dialog open.
v     Pada pilihan Look in tentukan folder atau drive yang dijadikan tempat penyimpanan.
v     Pada pilihan File of type, klik format file dokumen yang dimaksud.
v     Pada Deretan file atau folder yang ada, klik file yang akan dibuka. Jika file terdapat pada
v     folder, maka folder tersebut harus dibuka dengan cara double klik pada folder tersebut.
v     Klik Open.

1.10 Menutup Dokumen Pada Microsoft Office Word 2007
Untuk menutup dokumen pada Microsoft Office Word 2007 langkah-langkahnya sebagai berikut:
v     Klik tombol Microsoft Office
v     Klik close yang berada paling bawah deretan menu atau tekan (CTRL + W di keyboard).
Terdapat tiga tombol yaitu:                            
v     Yes untuk menyimpan dokumen/file ke file dokumen baru (jika belum disimpan sebelumnya) atau ke dokumen lama (jika sudah disimpan sebelumnya). Jika yang dibuka file dokumen lama, maka segala macam bentuk perubahan akan disimpan pada file dokumen tersebut.
v     No untuk keluar dan abaikan penyimpanan
v     Cancel untuk membatalkan perintah keluar.

1.11 Mengakhiri Microsoft Office Word 2007
Untuk mengakhiri Microsoft Office Word 2007 langkah-langkahnya sebagai berikut:
v     Klik tombol Microsoft Office .
v     Klik Exit Word yang berada di sudut kanan bawah deretan menu atau tekan saja ALT + F4 di key board.
v     Atau dapat juga dengan menekan tombol close di sudut kanan atas .


Bagian II
Melakukan Pengeditan Teks

2.1 Menandai teks
Menandai teks bisa diistilahkan dengan menyorot teks, memilih teks atau juga memblok teks. Cara memilih teks, bisa menggunakan mouse, keyboard atau gabungan keduanya.
a) Menggunakan Keyboard, tombol yang digunakan
b) Menggunakan Mouse
c) Menggunakan mouse dan keyboard

2.2 Memindahkan Teks
Untuk memindahkan teks ke lokasi baru pada dokumen yang sedang di kerjakan, langkahlangkahnya:
v     Pilihlah teks yang akan dipindahkan
v     Klik home, pada grup Clipboard, klik icon cut (atau CTRL + X di keyboard) bisa juga dengan klik kanan pada teks yang terpilih lalu klik cut.
v     Tentukan lokasi baru tempat menyimpan teks yang kita ambil tadi.
v     Masih di tab home, klik icon paste (atau CTRL + V di keyboard) bisa juga dengan klik kanan pada tempat baru lalu klik paste.

2.3 Menyalin Teks
Untuk menyalik teks ke lokasi baru pada dokumen yang sedang di kerjakan, langkahlangkahnya:
v     Pilihlah teks yang akan dipindahkan
v     Klik tab home lalu klik icon copy (atau CTRL + C di keyboard) bisa juga dengan klik kanan pada teks yang terpilih lalu klik copy.
v     Tentukan lokasi baru tempat menyimpan teks yang kita ambil tadi.
v     Masih di tab home, klik icon paste paste (atau CTRL + V di keyboard) bisa juga dengan klik kanan pada tempat baru lalu klik paste.

2.4 Undo dan Repeat/Redo
Undo adalah untuk membatalkan perintah yang baru saja diberikan pada Microsoft Word. Caranya dengan menekan icon undo pada quick access toolbar atau dengan menekan CTRL + Z di keyboard.
Repeat adalah untuk mengulang perintah yang baru saja diberikan pada Microsoft Word. Caranya dengan menekan icon repeat pada quick access toolbar atau dengan menekan CTRL + Y di keyboard.
Ketika menekan icon undo, maka tombol repeat berubah menjadi tombol redo
begitupun fungsinya yaitu untuk membatalkan perintah undo.

2.5 Menemukan Kata Pada Dokumen Yang Tersebar
Untuk menemukan sebuah kata pada dokumen yang tidak terlalu banyak/terdiri dari beberapa halaman, memang mudak tapi coba bayangkan apabila harus menemukan satu kata pada dokumen yang terdiri puluhan bahkan ratusan halaman, alangkah repotnya dan akan menyita banyak waktu. Oleh karena itu, gunakanlah fasilitas find yang ada di Word 2007 dengan cara:
v     Klik tab home lalu cari grup editing dan klik Find (perhatikan gambat 2.1 a) maka muncul kotak dialog Find and Replace.
v     Pada kotak pilihan Find what, tulislah teks yang yang akan dicari.
v     Lalu klik Find Next untuk mencari per kata. Atau klik Find in dan lanjutkan dengan
v     mengklik Main Document untuk mencari seluruh kata.

2.6 Mengganti Kata Pada Dokumen
Untuk mengganti beberapa kata yang sama pada dokumen yang terdiri dari banyak halaman alangkah tidak efisien apabila harus ditemukan dahulu dan digantinya satu persatu dan di ketik secara manual. Dan kemungkinan besar ada kata yang terlewat tidak terganti. Misalnya pada sebuah dokumen terdiri dari 50 halaman kita akan mengganti semua kata Sandal dengan kata Sepatu. Dengan menghapus dan menggantinya satu persatu maka kita akan kehabisan waktu karena harus membaca dokumen per baris dan juga besar kemungkina kata tersebut terlewat. Maka untuk menanggulanginya, ikuti langkah berikut:
v     Klik tab home lalu cari grup editing dan klik replace (perhatikan gambar 2.2 a) maka muncul kotak dialog Find and Replace.
v     Pada kotak pilihan Find what tulislah teks yang akan diganti.
v     Pada kotak pilihan Replace with, tulislah kata yang baru.
v     Klik replace untuk mengganti satu persatu atau klik replace all untuk mengganti kata yang dimaksud.

2.7 Menghapus teks
Untuk menghapus teks,
v     Pilih teks yang akan dihapus
v     Tekan delete di keyboard.


Bagian III
Pengaturan Dokumen
3.1 Menentukan Jenis, Ukuran dan Style Huruf
Untuk memperindah tampilan dokumen, kita dapat mengganti jenis huruf, ukuran huruf, styles huruf maupun warna huruf. Menentukan jenis, ukuran, style huruf dan sebagainya ada dua cara yaitu:
a) Menggunakan Perintah Singkat (Icon)
Dengan metode ini kita dapat melakukan pengaturan terhadap jenis, ukuran, style huruf dan sebagainya dengan menggunakan perintah singkat/icon. Caranya:
Tandai terlebih dahulu teks yang ingin kita rubah atau dapat dilakukan sebelum
memulai mengetik.
v     Untuk merubah jenis huruf, klik item font (pada gambar panah) yang terdapat pada tab home dan grup Font, sehingga muncul daftar huruf dengan preview bentuknya. Lalu Kliklah pada huruf yang akan dipilih.
v     Untuk merubah ukuran huruf, kliklah item font size yang disebelah item font lalu kliklah ukuran huruf yang diinginkan.
v     Untuk membuat huruf cetak tebal, klik icon bold yang berada di bawah item font Click Bold . Atau bisa juga dengan menekan CTRL+B di keyboard.
v     Untuk membuat huruf miring, klik icon italic disebelah kanan icon bold.
v     Untuk menggaris bawahi huruf klik icon underline disebelah kanan icon italic.
v     Untuk membuat huruf naik misalnya perpangkatan (m2), klik icon .
v     Untuk membuat huruf naik misalnya pada rumus kimia (O2), klik icon .
v     Untuk merubah warna huruf klik icon .
v     Untuk merubah bentuk misalnya dari hurup kapital ke huruf biasa, dan sebagainya klik icon lalu pilihlah bentuk yang diinginkan.
b) Kotak dialog fonts.
Dengan metode ini kita dapat melakukan pengaturan terhadap jenis, ukuran, style huruf dan sebagainya dengan menggunakan kotak dialog font. Caranya:
v     Pertama–tama tandai teks yang akan dirubah atau bisa dilakukan sebelum mengetik.
v     Pada tab home, klik perintah untuk menampilkan kotak dialog font pada grup Font
v     atau tekan CTRL + D di keyboard.
v     Maka keluar kotak dialog Font
Keterangan:
v     Font, digunakan untuk memilih jenis huruf yang telah ditandai.
v     Font Style, digunakan untuk pengatur model huruf, apakah cetak tebal (bold), miring
v     (italic), gabungan tebal dengan miring atau reguler (standar)
v     Size, digunakan untuk menentukan ukuran huruf yang telah ditandai.
v     Font Color, digunakan untuk menentukan warna huruf yang ditandai.
v     Underline Style, digunakan untuk menentukan jenis garis bawah. Untuk memilih jenis garis bawah, klik-lah tab ini lalu pilih dan klik jenis garis bawah yang diinginkan.
v     Underline Color, digunakan untuk menentukan warna garis bawah yang ditandai.
v     Effects, digunakan jika kita ingin memberikan efek khusus terhadap teks.
3.2 Menentukan Spasi Antar Baris

Apabila diperlukan, Kita dapat mengatur jarak spasi dari baris agar masing-masing baris mempunyai jarak yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengatur jarak spasi baris, ikuti langkah berikut :
v     Pilih paragraf yang akan dirubah.
v     Klik home, pada grup paragraph, klik Icon Line Spacing .
v     Klik format paragraf yang diinginkan.
Catatan:
Untuk memunculkan pilihan lain tentang spasi baris, klik Line Spacing Option yang muncul ketika mengklik icon Line Spacing .

3.3 Menentukan Spasi Sebelum atau Sesudah Paragrap
Untuk merubah spasi/jarak antara sebelum atau sesudah paragrap, ikuti langkah berikut:
v     Pilih paragraf yang akan dirubah.
v     Klik Page Layout, pada grup Paragraph, klik tanda panah Spacing Before atau Spacing After dan masukkan nilai yang diinginkan.

3.4 Menentukan Perataan Paragraf
Untuk menentukan perataan paragrap, langkah-langkahnya:
v     Pilih paragraf yang akan dirubah.
v     Klik home, pada grup paragraph, klik perataan yang diingikan misalnya:
v     Align Text Left untuk membuat teks rata di kiri saja.
v     Align Center untuk membuat teks rata di tengah.
v     Align Text Right untuk membuat teks rata di kanan saja.
v     Align Justify untuk membuat teks rata di kiri dan kanan.

3.5 Mengatur Indentasi
Untuk mengatur indentasi pada paragraf, setelah paragraph dipilih lalu bisa dengan menggeser indent pada ruler atas.
Keterangan:
v     Firt Line Indent berfungsi untuk menentukan garis pertama pada paragrap.
v     Hanging Indent berfungsi untuk membuat indentasi gantung, yang diindentasi adalah baris lain selain baris pertama.
v     Left Indent berfungsi untuk untuk menentukan letak indentasi dari margin kiri.
v     Right Indent berfungsi untuk untuk menentukan letak indentasi dari margin kanan. Apabila ruler belum muncul pada lembar kerja kita, maka klik tab view lalu centang kotak Ruler pada grup Show/Hide.
Cara lain untuk mengatur indentasi adalah dengan mengklik perintah untuk memunculkankotak dialog Paragraph pada tab home dan grup paragraph.
Keterangan:
Pada kotak dialog paragraph di bagian Indentation atur indentasi yang kita inginkan. Meliputi:
v     Kotak isian Before Text, untuk menentukan jarak indentasi dari margin kiri.
v     Kotak isian After Text, untuk menentukan jarak indentasi dari margin kanan.
v     Kotak daftar pilihan Special, untuk menentukan indentasi khusus dengan jarak sesuai dengan keinginan kita. Seperti: (none), jika tidak ada indentasi khusus.
v     First line, jika indentasi kiri hanya untuk baris pertama saja.
v     Hanging, jika ingin membuat indentasi gantung, yang diindentasi adalah baris lain selain baris pertama.
v     Isikan jarak yang diinginkan pada pilihan By:.

3.6 Menyalin Format Suatu Paragrap Ke Paragrap Baru
Misalkan sebuah paragrap dengan jenis huruf Arial ukuran 16 di bold, align center spasi 1,5 akan dicopy pengaturan tersebut ke paragrap lain atau paragrap baru tanpa menyalin teksnya, maka:
v     Letakkan insertion point pada paragraf tersebut (yang akan dicopy formatnya).
v     Klik perintah Format Painter pada tab home di group clipboard maka pointer mouse berbentuk seperti sapu.
v     Lalu klikkan pada paragrap baru (yang akan disamakan formatnya).
v     Atau bisa dengan tekan CTRL + SHIFT + C di keyboard lalu sorot paragrap yang baru (paragrap yang ada atau yang baru setelah menekan tombol enter). Kemudian tekan CTRL + SHIFT + V.

3.7 Menyisipkan Simbol/Karakter Spesial
Dalam mengetik naskah, terkadang kita harus membuat simbol atau karakter khusus pada sebuah lembar kerja yang sedang dikerjakan. Namun tidak peru bingung,
ikuti langkah berikut:
v     Letakan insertion point ditempat simbol yang akan disisipkan.
v     Pada Insert dan di grup Symbols, klik Symbol .
v     Klik jenis karakter yang diinginkan. Jika tidak ada dalam pilihan, maka klik More Symbol maka keluar kotak dialog Symbol.
v     Pada kotak pilihan Font klik pada nama simbol yang diingikan lalu klik jenis karakternya, kemudian klik Insert.

3.8 Membuat Bullet
Bullet adalah gambar-gambar kecil yang berfungsi untuk mempercantik tampilan dari suatu rincian atau urutan tertentu yang otomatis dilakukan oleh komputer. Langkah langkah membuat Bullet:
v     Pilihlah paragrap yang akan diberikan bullet.
v     Klik tab Home, pada grup Paragraph, klik tanda panah Bullets .
v     Klik gambar bullet yang diingikan. Namun apabila gambar tersebut tidak ada dalam pilihan, maka klik Define New Bullet, kemudian klik Symbol atau Picture.
v     Maka keluar kotak dialog symbol atau kotak Picture bullet.
v     Klik salah satu symbol atau gambar yang dinginkan, lalu klik OK lalu klik OK kembali.

3.9 Membuat Penomoran Otomatis
Untuk membuat penomoran otomatis pada suatu rincian, caranya:
v     Pilihlah paragrap yang akan diberikan penomoran.
v     Klik tab Home, pada grup Paragraph, klik tanda panah Numbering .
v     Klik jenis penomoran yang diingikan. Namun apabila penomoran tersebut tidak ada dalam pilihan, maka klik Define New Number Format, maka muncul kotak dialog.
v     Pilihan number style, adalah untuk menentukan jenis penomoran yang ingin digunakan
v     Pada pilihan font, adalah untuk menetukan format penomoran.
v     Pada pilihan alignment adalah untuk menentukan perataan penomoran, bukan perataan paragrap.

3.10 Membuat Bingkai dan Warna Belakang Pada Paragraf
Untul lebih memperindah lembar kerja/dokumen kita, terkadang harus menambahkan bingkai dan warna belakang paragrap dengan cara. Tandai teks yang akan diberi bingkai Klik menu Page Layout lalu klik Page border pada grup Page Background yang akan menampilkan kotak dialog border and shading.
v     Untuk memberi bingkai klik tab Borders lalu tentukan:
v     Pada kotak pilihan style, pilihlah jenis garis yang ingin digunakan.
v     Pada kotak pilihan Color, pilihlah warna garis yang diingikan.
v     Pada kotak pilihan Width, pilihlah lebar garis yang diingikan.
v     Pada kotak pilihan Apply to:, tentukan kemana penerapan yang akan digunakan misalnya teks atau paragrap.
v     Pastikan pada setting yang terpilih bukan pilihan none (bisa Box, Shadow, dll) lihatlah hasilnya pada preview.

Gamnbar 3.10
Untuk memberi warna belakang paragrap, masih di kotak dialog Border And Shading, klik tab Shading lalu tentukan:
v     Tentukan warna yang ingin digunakan pada kotak pilihan fill atau patterns.
v     Pada kotak pilihan Apply to:, tentukan kemana penerapan yang akan digunakan misalnya teks atau paragrap.
v     Lihat hasilnya pada preview.
v     Apabila sudah ditentukan Klik OK dengan catatan kita bisa melalukan pengaturan pada border saja atau shading saja maupun kedua-duanya.


Bagian IV
Melakukan Pengaturan Pada Halaman

4.1 Membuat Bingkai Pada Halaman
Untuk mempercantik dokumen, kita bisa menambahkan bingkai pada halaman dengan cara:
v     Tandai teks yang akan diberi bingkai
v     Klik menu Page Layout lalu klik Page border pada grup Page Background
v     yang akan menampilkan kotak dialog border and shading.
v     Klik tab Page Borders.Lakukan Pengaturan pada:
·        Kotak pilihan style, adalah untuk memilih jenis garis yang ingin digunakan.
·        Kotak pilihan Color, adalah untuk memilih warna bingkai yang diingikan.
·        Kotak pilihan Width, adalah untuk memilih lebar bingkai yang diingikan.
·        Kotak pilihan Art, adalah untuk memilih jenis bingkai lain apabila tidak ingin menggunakan garis.
·        Pada kotak pilihan Apply to:, tentukan kemana penerapan yang akan digunakan misalnya teks atau paragrap.
·        Pastikan pada setting yang terpilih bukan pilihan none (bisa Box, Shadow, dll) lihatlah hasilnya pada preview.
·        Klik OK

4.2 Ukuran, Orientasi dan Batas Pinggir Kertas
a) Untuk menentukan ukuran kertas dan batas pinggir kertas (margin), langkah-langkahnya:
v     Klik tab Page Layout.
v     Klik perintah size di grup Page Setup .
v     Apabila tidak ditemukan ukuran yang diinginkan klik more paper size yang akan
v     memunculkan kotak dialog Page Setu. Lalu tentukan:
·        Lebar kertas pada kotak pilihan Width
·        Tinggi kertas pada pilihan Height.
·        Pada pilihan Apply to: tentukan penerapan yanga akan digunakan apakah seluruh dokumen atau dari halaman aktif sampai akhir.Lalu klik OK.
b) Untuk menentukan Orientasi kertas langkah-langkahnya:
Masih di tab Page Layout dan grup Page Setup, klik perintah Orientation. Lalu klik di salah satu pilihan orientasi meliputi potrait untuk orientasi tegak dan landscape untuk orientasi mendatar.
c) Untuk menentukan batas pinggir kertas (margin), langkah-langkahnya:
Masih di tab Page Layout dan grup Page Setup, klik perintah Margin lalu klik
ukuran margin yang dikehendaki. Apabila tidak ditemukan ukuran yang diinginkan klik custom margin yang akan memunculkan kotak dialog Page Setup. Lalu tentukan:
Pada kotak pilihan Top tentukan lebar margin atas.
v     Pada kotak pilihan Bottom tentukan lebar margin bawah.
v     Pada kotak pilihan Left tentukan lebar margin kiri.
v     Pada kotak pilihan Right tentukan lebar margin kanan.
v     Pada kotak pilihan Gutter tentukan lebar penjilidan dan pada kotak pilihan Gutter position tentukan letak penjilidan apakah dikiti, diatas atau di kanan (apabila menggunakan penjilidan). Perintah ini diabaikan saja apabila tidak ingin menggunakan penjilidan.
v     Pada pilihan Apply to: tentukan penerapan yanga akan digunakan apakah seluruh dokumen atau dari halaman aktif sampai akhir.
v     Lalu klik OK

4.3 Header dan Footer
Header (catatan kepala) adalah teks yang khusus diletakkan dibagian atas halaman yang akan selalu tampil pada setiap halaman. Sedangkan Footer (catatan kaki) kebalikan dari header. Header dan footer ini sering dibuat untuk memberikan keterangan dari naskah yang diketik.
v     Klik Tab insert.
v     Klik perintah Header atau Footer pada Grup Header & Footer. Llalu pilih format yang diinginkan sehingga insertion point otomatis berada pada bagian atas (untuk header) atau bawah (untuk footer) dokumen dan muncul tab design pada Ribbon.
v     Ketikkan teks yang untuk header/footer sesuai dengan keinginan kita.
v     Untuk pindah ke footer (ketika membuat header) klik perintah go to footer. Lalu Ketikkan teks untuk footer
v     Untuk pindah ke header (ketika membuat footer) klik perintah go to header.Lalu Ketikkan teks untuk header
v     Setelah selesai klik close header and footer atau klik ganda diluar kotak header dan footer untuk keluar dari format ini.
v     Untuk mengedit header/footer tinggal klik perintah Header atau Footer pada Grup Header & Footer lalu klik edit header/footer.
v     Dan untuk menghapusnya, klik perintah kembali Header atau Footer pada Grup Header & Footer lalu klik Remove header/footer.

v     4.4 Footnone/Endnote
Footnote/Endnote adalah catatan kaki yang digunakan untuk memberikan komentar sebuah kata yang ada pada dokumen. Biasanya ditandai dengan nomor. Hanya saja Footnote/Endnote ini tidak akan tampil di setiap halaman . untuk Footnote, komentar akan tampil di bawah halaman tempat kata yang diberi komentar itu berada. Sedangkan pada Endnote, komentar akan tampil di akhir dokumen.
Langkah-langkah untuk membuat footnote/endnote:
v     Klik pada kata yang akan diberi catatan kaki.
v     Untuk footnote Klik tab References lalu klik perintah Insert Footnote pada grup footnotes.
v     Dan untuk endnote, masih di tab References klik perintah Insert Endnote .
v     Lalu ketikan komentar dari kata tersebut.
v     Kita juga bisa langsung memberikan footnote/endnote dengan terlebih dahulu menentukan formatnya dengan cara klik perintah untuk menampilkan kotak dialog footnotes di sudut kanan bawah lalu akan muncul kotak dialog Footnote and Endnote.
v     Pada kotak pilihan location, tentukan dimana catatan kaki akan ditempatkan.
v     Pada pilihan format tentukan jenis penandaan nya apakan dengan format number pada
v     number format (tersedia beberapa pilihan) atau tanda lain pada Custom Mark (bisa dengan karakter khusus dengan memilih tombol Symbol).
v     Pada pilihan start at, tentukan nomor awal catatan kaki dimulai (bila menggunakan format nomor).

4.5 Penomoran Halaman
Untuk memberikan penomoran halaman, langkah-langkahnya:
v     Klik tab insert lalu klik page number pada grup header & footer.
v     Lalu tentukan letak penomoran dengan menyorot salah satu pilihan pada drop down (missal Top of page) lalu klik salah satu lay out yang ditampilkan (misal plain number 2).
v     Untuk memilih format lain pada page number, klik format page number masih di perintah page number (gambar 4.6 a) maka keluar kotak dialog page number format.
v     Tentukan format yang diinginkan pada pilihan number format lalu dari nomor berapa dimulainya penomoran pada pilihan start at:.


Bagian V
Menyisipkan Objek Lain Pada Word
5.1 Menyisipkan Simbol dan Rumus Matematika.
Adakalanya kita merasa kesulitan apabila harus memasukkan rumus dan simbol matematikaseperti kuadrat dan sebagainya. Namun dengan Equation kita dapat mengatasi kesulitan itu. Cara menggunakan Equation adalah:
v     Klik tab insert lalu klik Equation pada grup Symbols.
v     Maka dalam dokumen disediakan kotak khusus untuk memasukkan equation yaitu
v     Pada equation tools, yaitu tab design yang design yang muncul ketika insertion point berada di dalam kotak equation , dan terdiri dari grup tools, symbols dan structures, kita dapat memilih pada salah satu bentuk rumus atau simbol yang diinginkan ataupun melakukan pengaturan lain.
v     Setelah semuanya selesai, klik diluar kotak equation.

5.2 Menyisipkan Teks Indah
Kita dapat menyisipkan variasi teks yang sangat indah dan warna-warna atau design yang menarik dengan cara:
v     Klik tab insert lalu klik icon Word Art pada grup illustration.
v     Pilihlah jenis variasi yang diingikan pada tampilan preview.
v     Lalu muncul kotak dialog Edit WordArt Text
v     Ketikkan teks yang akan disisipkan. Lalu klik OK
v     Setelah teks disisipkan, kita dapat melakukan pengaturan WordArt menggunakan WordArt Tools yaitu tab Format yang muncul ketika teks yang disisipkan tersorot.

5.3 Menyisipkan Gambar dari Clipt Art
Microsoft Office Word 2007 juga menyediakan file gambar yang disediakan bersama paket Microsoft Office dan kita dapat menyisipkannya kedalam dokumen dengan cara:
v     Klik tab insert lalu klik icon CliptArt pada grup illustration.
v     Pada jendela Clip Art (muncul sebelah kanan), di kotak Search for, ketik kata yang berkaitan dengan clipt art, atau langsung saja klik Go untuk memunculkan gambar yang ada.
v     Klik pada gambar yang tampil.
v     Tutup dengan menekan tombol close pada task pane Clipt Art .

5.4 Menyisipkan Gambar Dari File Gambar
File gambar yang kita simpan di hardisk, flash disk, disket, CD, dsb. dapat disisipkan ke dalam dokumen yang sedang kita kerjakan dengan cara:
v     Klik tab insert lalu klik icon picture pada grup illustration.
v     Pada kotak dialog Insert picture (gambar 5.4), tentukan lokasi tempat gambar disimpan.
v     Klik gambar yang diinginkan lalu klik Insert.
Kita dapat melakukan pengaturan tampilan pada gambar menggunakan Picture Tools yaitu tab Format yang muncul ketika gambar yang disisipkan tersorot.

5.5 Menyisipkan Gambar Berbetuk Sederhana
Untuk menyisipkan gambar berbentuk sederhana (bangun datar) seperti segi empat, segitiga, segi lima, bintang, lingkaran, dsb. Langkah-langkahnya:
v     Klik tab insert lalu klik icon Shapes pada grup illustration.
v     Lalu pilih bentuk yang diinginkan.
v     Pointer mouse akan berbentuk palang (+).
v     Klikkan mouse pointer di salah satu posisi dimana gambar disisipkan lalu tarik (masih
v     tetap di klik) ke posisi lain sampai ukuran yang diinginkan.




(IlmuKomputer.com)





Template Copy by Blogger Templates | BERITA_wongANteng |MASTER SEO |FREE BLOG TEMPLATES